Selasa, 07 Februari 2012

T_T

Bagaimana semua ini bisa berakhir Mah, sedangkan aku sendiri tak pernah tau kapan semua ini dimulai.
Aku merindukan kalian, lengkap dengan segala hal yang terjadi di antara kita.
Aku takut mengeluhkan semua ini.
Aku takut benar - benar lelah.

7bulan kepergian Mama,
ribuan butir air mata terurai dari mataku.
Saat dia meninggalkan kita, aku masih punya Mama untuk menopang luka dan kecewa yang aku rasakan.
Saat kini luka dan kecewa itu kian dalam diiringi kepergianmu, aku berdiri sendiri, mencoba bertahan, karena Mama.

Otakku, Hatiku, Mataku, Tangan dan Kakiku, Bibirku, Telingaku, Paru - paru dan Jantungku kian meronta,
meminta agar semua ini segera berakhir, mereka lelah Mah.

si Otak lelah memikirkan jalan keluar dari semua masalah ini
si Hati lelah memaklumi keadaan ini
si Mata lelah untuk menangis saat si Otak dan si Hati meronta kesakitan karena terlalu kuat bekerja
si Tangan dan Kaki lelah melangkah beriringan mencari segala kepastian
si Bibir lelah menahan keluhan yang sudah ingin segera diungkapkan
si Telinga lelah mendengar cercaan dan hinaan yang terlontar dari mulut orang - orang
si Paru - paru lelah menarik napas panjang, menahan sesak atas nama sebuah KESABARAN
si Jantung lelah berdetak meneruskan semua ini yang semakin rumit

Aku sudah menyerahkan segala masalah ini kepada Tuhan, katanya Tuhan sayang aku Mah, tapi semua ini nampak tak pernah akan berakhir, semua ini terasa seperti sinetron sinetron di televisi, yang terus bertambah episode nya di setiap peran utama semakin terluka dan hancur.

Aku benci menjadi seperti ini . Aku benci menjadi rapuh disaat harus dipaksa kuat. Aku benci terlihat membutuhkan orang - orang yang ternyata juga akan meninggalkan aku. Aku benci menjadi seperti apa yang Mama dan Bapa pikirkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar