"heran sama satu orang ini, ga ngerti maunya apa"
setiap hari aku otakku melempar pertanyaan itu setiap kali melihatnya, mencoba berinteraksi dengannya.
dan tak pernah ada jawabannya .
tingkahnya satu tahun belakangan ini memang membuat semua orang tidak mengerti, ada apa dengannya, dulu kami begitu dekat, akrab bagai sahabat . kini, kami seakan tidak pernah mengenal sama sekali, dia berubah semenjak hari itu .
aku tidak pernah memintanya untuk mengeluarkan airmata dihadapanku, aku juga tak pernah memintanya untuk menyanyangiku, aku hanya tak bisa membalas semuanya . terus kenapa ?? bukankah kita memang tidak punya kewajiban untuk membuat semua orang bahagia, untuk membalas semua perasaan orang yang mencintai kita .
tuhaaaaannn, ingin rasanya aku memakannya, melemparnya dari atas gedung ini . sedih, marah rasanya melihatnya seperti ini .. ideologinya yang begitu tinggi membuatnya mungkin seakan tak bisa berfikir .. aku dan dirinya berada dalam satu gedung, satu ruangan, satu atasan .
"mau sampai kapan ?" , sampai salah satu tak ada lagi disini ? atau sampai salah satu menangis karena luka perlakuan yang sudah takbisa tertolerir lagi ??
aku tak pernah memintamu untuk menjadi seperti dulu, aku hanya memintamu untuk sedikit menghargai perasaan orang lain, bersikaplah benar, sebenar kamu memahami ideologi kerasmu itu !!
The One n Only
Senin, 25 Maret 2013
Kamis, 20 September 2012
rindu kamu, hei kaku
"Perahu kertasku kan melaju membawa surat cinta bagimu
Kata-kata yang sedikit gila, tapi ini adanya
Perahu kertas mengingatkanku betapa ajaibnya hidup ini
Mencari-cari tambatan hati, kau sahabatku sendiri
Hidupkan lagi mimpi-mimpi (cinta-cinta) cita-cita (cinta-cinta)
Yang lama ku pendam sendiri, berdua ku bisa percaya
Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu
Tiada lagi yang mampu berdiri
Halangi rasaku, cintaku padamu"
kita memang baru menyadari cinta saat cinta itu hilang dan pergi meninggalkan kita, kamu yang dulu selalu aku abaikan, kamu yang dulu hanya selalu aku pastikan untuk menetap sebagai sahabat, kini aku merindukanmu, aku rindu setiap hal yang ada diantara kita, aku rindu foto" kita, aku rindu suaramu, aku rindu kekaku-an mu, aku rindu saat kamu terbata-bata mengungkapkan perasaanmu, aku merindukan segalanya, aku tak memintamu kembali jika kamu memang belum mau, aku hanya berharap kamu rasakan apa yang aku rasakan ..
~winarti~
Ternyata kamu !!
semua ini bukan hanya tentang bahagia, semua ini juga menyangkut luka,
ketika air mata ini terurai, kamu membuatnya menjadi penuh makna,
ketika tawa ini mengembang diantara kita, kamu membuatnya menjadi begitu berarti,
kamu adalah waktu yang tak pernah ingin aku hentikan.
kamu adalah wadah dari setiap asaku,
aku seperti enggan untuk membuat waktu berdetak saat bersamamu,
karna waktu ternyata begitu cepat mengambil kebersamaan kita dalam setiap harinya,
tak pernah ingin aku temui Sabtu dan Minggu,
karna disana tak ada kamu,
tak ada ayahku, kakaku, sahabatku, orang yang kusayangi
bukan aku tak peduli,
aku hanya membiarkan semua ini berjalan saja,
bukan juga aku tak mengindahkan apa yang dia katakan padaku saat itu,
aku hanya tak bisa berbohong bahwa aku tak bisa .
kamu sumber dari setiap rasaku,
bagaimana bertanya pada Tuhan mengapa harus kamu,
bagaimana menjabarkan setiap perasaan ini yang berkata,
hanya kamu, selalu kamu, ternyata memang kamu
ketika air mata ini terurai, kamu membuatnya menjadi penuh makna,
ketika tawa ini mengembang diantara kita, kamu membuatnya menjadi begitu berarti,
kamu adalah waktu yang tak pernah ingin aku hentikan.
kamu adalah wadah dari setiap asaku,
aku seperti enggan untuk membuat waktu berdetak saat bersamamu,
karna waktu ternyata begitu cepat mengambil kebersamaan kita dalam setiap harinya,
tak pernah ingin aku temui Sabtu dan Minggu,
karna disana tak ada kamu,
tak ada ayahku, kakaku, sahabatku, orang yang kusayangi
bukan aku tak peduli,
aku hanya membiarkan semua ini berjalan saja,
bukan juga aku tak mengindahkan apa yang dia katakan padaku saat itu,
aku hanya tak bisa berbohong bahwa aku tak bisa .
kamu sumber dari setiap rasaku,
bagaimana bertanya pada Tuhan mengapa harus kamu,
bagaimana menjabarkan setiap perasaan ini yang berkata,
hanya kamu, selalu kamu, ternyata memang kamu
~ winarti ~
Senin, 02 Juli 2012
Hanya seperti ini
"aku hanya ingin kembali menjadi orang yang mengiringi tawamu"
Dan ternyata hanya seperti ini, ya .. seharusnya dari awal aku menyadari semua ini. Aku mungkin salah menerka semua ini sejak dari awal . Aku kira kita bersahabat, ternyata hanya seperti ini. Kau mudah untuk berubah .
Saat bersamaku, kamu seperti air yang tenang, yang siap menenggelamkan perasaanku, hingga menjadi tak menentu. Terkadang kamu seperti luapan api yang siap menerkamku. Kamu ternyata hanya seperti ini, seperti orang dewasa lainnya, yang sulit untuk aku mengerti apa dan bagaimana berinteraksi.
Aku kira 8bulan, cukup waktu untukku menjadi tau tentang kamu, menjadi mengerti akan sikapmu, menjadi paham saat kamu marah. Ternyata aku salah, hingga kini aku tak pernah tau, apa yang membuat kamu marah dan pergi. Aku hanya ingin menjadi orang yang mengiringi tawamu setiap hari, sama seperti dulu.
Setiap pagi ku titipkan doa pada Tuhan, agar Tuhan segera menyelesaikan segala masalahmu, jika itu yang membuat kamu pergi dariku. Setiap siang ku panjatkan doa pada Tuhan, agar Tuhan segera membuka mata dan hatimu, agar kamu segera mengerti bahwa aku tak pernah bermaksud melukaimu. Setiap malam ku iringi tidurmu dengan lantunan doa pada Tuhan, agar Tuhan menjagamu, saat aku sudah tak kuasa mencari jawaban atas semua sikapmu.
Kamu untukku seperti angin, yang memberi sejuk dan memberi badai dalam hidupku.
Kamu untukku seperti doa, yang selalu aku ingat, selalu aku untai, selalu aku harap.
Dan ternyata hanya seperti ini, ya .. seharusnya dari awal aku menyadari semua ini. Aku mungkin salah menerka semua ini sejak dari awal . Aku kira kita bersahabat, ternyata hanya seperti ini. Kau mudah untuk berubah .
Saat bersamaku, kamu seperti air yang tenang, yang siap menenggelamkan perasaanku, hingga menjadi tak menentu. Terkadang kamu seperti luapan api yang siap menerkamku. Kamu ternyata hanya seperti ini, seperti orang dewasa lainnya, yang sulit untuk aku mengerti apa dan bagaimana berinteraksi.
Aku kira 8bulan, cukup waktu untukku menjadi tau tentang kamu, menjadi mengerti akan sikapmu, menjadi paham saat kamu marah. Ternyata aku salah, hingga kini aku tak pernah tau, apa yang membuat kamu marah dan pergi. Aku hanya ingin menjadi orang yang mengiringi tawamu setiap hari, sama seperti dulu.
Setiap pagi ku titipkan doa pada Tuhan, agar Tuhan segera menyelesaikan segala masalahmu, jika itu yang membuat kamu pergi dariku. Setiap siang ku panjatkan doa pada Tuhan, agar Tuhan segera membuka mata dan hatimu, agar kamu segera mengerti bahwa aku tak pernah bermaksud melukaimu. Setiap malam ku iringi tidurmu dengan lantunan doa pada Tuhan, agar Tuhan menjagamu, saat aku sudah tak kuasa mencari jawaban atas semua sikapmu.
Kamu untukku seperti angin, yang memberi sejuk dan memberi badai dalam hidupku.
Kamu untukku seperti doa, yang selalu aku ingat, selalu aku untai, selalu aku harap.
~ winarti ~
Selasa, 07 Februari 2012
T_T
Bagaimana semua ini bisa berakhir Mah, sedangkan aku sendiri tak pernah tau kapan semua ini dimulai.
Aku merindukan kalian, lengkap dengan segala hal yang terjadi di antara kita.
Aku takut mengeluhkan semua ini.
Aku takut benar - benar lelah.
7bulan kepergian Mama,
ribuan butir air mata terurai dari mataku.
Saat dia meninggalkan kita, aku masih punya Mama untuk menopang luka dan kecewa yang aku rasakan.
Saat kini luka dan kecewa itu kian dalam diiringi kepergianmu, aku berdiri sendiri, mencoba bertahan, karena Mama.
Otakku, Hatiku, Mataku, Tangan dan Kakiku, Bibirku, Telingaku, Paru - paru dan Jantungku kian meronta,
meminta agar semua ini segera berakhir, mereka lelah Mah.
si Otak lelah memikirkan jalan keluar dari semua masalah ini
si Hati lelah memaklumi keadaan ini
si Mata lelah untuk menangis saat si Otak dan si Hati meronta kesakitan karena terlalu kuat bekerja
si Tangan dan Kaki lelah melangkah beriringan mencari segala kepastian
si Bibir lelah menahan keluhan yang sudah ingin segera diungkapkan
si Telinga lelah mendengar cercaan dan hinaan yang terlontar dari mulut orang - orang
si Paru - paru lelah menarik napas panjang, menahan sesak atas nama sebuah KESABARAN
si Jantung lelah berdetak meneruskan semua ini yang semakin rumit
Aku sudah menyerahkan segala masalah ini kepada Tuhan, katanya Tuhan sayang aku Mah, tapi semua ini nampak tak pernah akan berakhir, semua ini terasa seperti sinetron sinetron di televisi, yang terus bertambah episode nya di setiap peran utama semakin terluka dan hancur.
Aku benci menjadi seperti ini . Aku benci menjadi rapuh disaat harus dipaksa kuat. Aku benci terlihat membutuhkan orang - orang yang ternyata juga akan meninggalkan aku. Aku benci menjadi seperti apa yang Mama dan Bapa pikirkan.
Aku merindukan kalian, lengkap dengan segala hal yang terjadi di antara kita.
Aku takut mengeluhkan semua ini.
Aku takut benar - benar lelah.
7bulan kepergian Mama,
ribuan butir air mata terurai dari mataku.
Saat dia meninggalkan kita, aku masih punya Mama untuk menopang luka dan kecewa yang aku rasakan.
Saat kini luka dan kecewa itu kian dalam diiringi kepergianmu, aku berdiri sendiri, mencoba bertahan, karena Mama.
Otakku, Hatiku, Mataku, Tangan dan Kakiku, Bibirku, Telingaku, Paru - paru dan Jantungku kian meronta,
meminta agar semua ini segera berakhir, mereka lelah Mah.
si Otak lelah memikirkan jalan keluar dari semua masalah ini
si Hati lelah memaklumi keadaan ini
si Mata lelah untuk menangis saat si Otak dan si Hati meronta kesakitan karena terlalu kuat bekerja
si Tangan dan Kaki lelah melangkah beriringan mencari segala kepastian
si Bibir lelah menahan keluhan yang sudah ingin segera diungkapkan
si Telinga lelah mendengar cercaan dan hinaan yang terlontar dari mulut orang - orang
si Paru - paru lelah menarik napas panjang, menahan sesak atas nama sebuah KESABARAN
si Jantung lelah berdetak meneruskan semua ini yang semakin rumit
Aku sudah menyerahkan segala masalah ini kepada Tuhan, katanya Tuhan sayang aku Mah, tapi semua ini nampak tak pernah akan berakhir, semua ini terasa seperti sinetron sinetron di televisi, yang terus bertambah episode nya di setiap peran utama semakin terluka dan hancur.
Aku benci menjadi seperti ini . Aku benci menjadi rapuh disaat harus dipaksa kuat. Aku benci terlihat membutuhkan orang - orang yang ternyata juga akan meninggalkan aku. Aku benci menjadi seperti apa yang Mama dan Bapa pikirkan.
Kamis, 27 Oktober 2011
Karena Mama
Masih jelas dalam ingatan , tatapan kecil itu menatapku seakan penuh sesak . Lengkap dengan sejuta pertanyaan dalam benaknya tentang apa yang sedang terjadi saat ini. Kenapa begini, kenapa disini, dimana aku, dimana mereka yang saat aku terlahir begitu riak dengan tawa.
Adik kecilku, yang seharusnya belum pantas merasakan tangis sesak karena semua yang terjadi, dia yang seharusnya setiap malam, tidur dalam pelukan Ibu nya, dia yang seharusnya setiap pagi merasakan ciuman hangat dikeningnya.
Aku enggan untuk menatap mata itu lebih dalam, rasa sakit dari tatapannya, menghujam hingga ke ulu hatiku. Apa yang harus aku jelaskan, akupun tak mengerti dengan semua ini. Bagaimana membuatnya tenang, sedangkan perasaanku pun meledak - ledak bagai letusan gunung ..
Tak pernah aku bayangkan , kepergian Mama akan menimbulkan luka yang begitu dalam, bukan hanya bagi aku yang mencoba untuk memahami semua ini, tapi juga untuk kedua adikku. Mama tidak pergi untuk menemui Khaliknya, beliau pergi karena laki - laki yang dinikahinya 21 tahun silam . Seorang anak Adam yang semenjak pertama ku buka mata, aku panggil Bapak . Seorang Hamba Tuhan yang tidak menyelesaikan tugasnya sebagaimana mestinya.
Bagian - bagian dari keutuhan nyawaku kini terpecah ruah, mengikuti kemana arah pelengkap keluargaku melangkah. Aku yang dipaksa untuk menjadi kuat, yang dipaksa harus memahami, yang dipaksa oleh keadaan, yang dipaksa untuk tidak mengeluhkan jalan hidupku, DEMI SIAPA ?? hanya demi mereka yang percaya padaku, bahwa aku adalah orang begitu Tuhan cintai.
Aku sama sepertimu wahai adikku , berharap agar waktu ini segera berlalu. Berharap agar segera terbangun dan kembali terjaga dengan segala hal yang telah seperti sedia kala . Tak banyak yang aku dan adik - adikku minta Tuhan, persatukan kembali raga kami seperti layaknya hati kami yang tak pernah terpisahkan .
For my little brother :) aku sayang kalian
Winarti
Kamis, 13 Oktober 2011
Us Your Childs
Aku terlahir dari sepasang manusia yang mengikat cinta dalam sebuah pernikahan . Yang berjanji akan selalu bersama saat suka maupun duka. Mereka yang diawal ikatannya selalu merasa bahagia dengan setiap janji indah yang selalu terucap.
Aku, aku buah hati hasil cinta mereka, aku seseorang yang selalu mereka tunggu dalam sebuah keluarga. Saat aku terlahir dan membuka mata indahku, mereka semua tersenyum melihatku, namun hanya aku yang menangis disaat itu.
Balutan kasih sayang lembut tercurah penuh dari mereka yang aku sebut Ayah dan Ibu. Ibu yang tak pernah lelah menyusui aku, terbangun dan terjaga di kala malam aku menangis. Ayah yang tak pernah mengeluh mencari nafkah untuk kami, yang tak pernah marah walau aku menganggunya dikala malam saat ia tertidur.
Aku bahagia menjadi bagian dari mereka, terimakasih telah mau menjadi orang tuaku .
Aku selalu mencintai kalian lebih dari selalu aku tunjukan, lebih dari apa yang kalian tau dan lebih dari apapun di dunia ini ..
Aku, aku buah hati hasil cinta mereka, aku seseorang yang selalu mereka tunggu dalam sebuah keluarga. Saat aku terlahir dan membuka mata indahku, mereka semua tersenyum melihatku, namun hanya aku yang menangis disaat itu.
Balutan kasih sayang lembut tercurah penuh dari mereka yang aku sebut Ayah dan Ibu. Ibu yang tak pernah lelah menyusui aku, terbangun dan terjaga di kala malam aku menangis. Ayah yang tak pernah mengeluh mencari nafkah untuk kami, yang tak pernah marah walau aku menganggunya dikala malam saat ia tertidur.
Aku bahagia menjadi bagian dari mereka, terimakasih telah mau menjadi orang tuaku .
Aku selalu mencintai kalian lebih dari selalu aku tunjukan, lebih dari apa yang kalian tau dan lebih dari apapun di dunia ini ..
Love U Mam Pap
Langganan:
Komentar (Atom)