Kamis, 20 September 2012

rindu kamu, hei kaku


"Perahu kertasku kan melaju membawa surat cinta bagimu
Kata-kata yang sedikit gila, tapi ini adanya
Perahu kertas mengingatkanku betapa ajaibnya hidup ini
Mencari-cari tambatan hati, kau sahabatku sendiri

Hidupkan lagi mimpi-mimpi (cinta-cinta) cita-cita (cinta-cinta)
Yang lama ku pendam sendiri, berdua ku bisa percaya

Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu

Tiada lagi yang mampu berdiri
Halangi rasaku, cintaku padamu"

kita memang baru menyadari cinta saat cinta itu hilang dan pergi meninggalkan kita, kamu yang dulu selalu aku abaikan, kamu yang dulu hanya selalu aku pastikan untuk menetap sebagai sahabat, kini aku merindukanmu, aku rindu setiap hal yang ada diantara kita, aku rindu foto" kita, aku rindu suaramu, aku rindu kekaku-an mu, aku rindu saat kamu terbata-bata mengungkapkan perasaanmu, aku merindukan segalanya, aku tak memintamu kembali jika kamu memang belum mau, aku hanya berharap kamu rasakan apa yang aku rasakan ..

~winarti~

Ternyata kamu !!

semua ini bukan hanya tentang bahagia, semua ini juga menyangkut luka,
ketika air mata ini terurai, kamu membuatnya menjadi penuh makna,
ketika tawa ini mengembang diantara kita, kamu membuatnya menjadi begitu berarti,
kamu adalah waktu yang tak pernah ingin aku hentikan.

kamu adalah wadah dari setiap asaku,
aku seperti enggan untuk membuat waktu berdetak saat bersamamu,
karna waktu ternyata begitu cepat mengambil kebersamaan kita dalam setiap harinya,

tak pernah ingin aku temui Sabtu dan Minggu,
karna disana tak ada kamu,
tak ada ayahku, kakaku, sahabatku, orang yang kusayangi

bukan aku tak peduli,
aku hanya membiarkan semua ini berjalan saja,
bukan juga aku tak mengindahkan apa yang dia katakan padaku saat itu,
aku hanya tak bisa berbohong bahwa aku tak bisa .

kamu sumber dari setiap rasaku,
bagaimana bertanya pada Tuhan mengapa harus kamu,
bagaimana menjabarkan setiap perasaan ini yang berkata,
hanya kamu, selalu kamu, ternyata memang kamu

~ winarti ~