Kamis, 27 Oktober 2011

Karena Mama

Masih jelas dalam ingatan , tatapan kecil itu menatapku seakan penuh sesak . Lengkap dengan sejuta pertanyaan dalam benaknya tentang apa yang sedang terjadi saat ini. Kenapa begini, kenapa disini, dimana aku, dimana mereka yang saat aku terlahir begitu riak dengan tawa.

Adik kecilku, yang seharusnya belum pantas merasakan tangis sesak karena semua yang terjadi, dia yang seharusnya setiap malam, tidur dalam pelukan Ibu nya, dia yang seharusnya setiap pagi merasakan ciuman hangat dikeningnya.

Aku enggan untuk menatap mata itu lebih dalam, rasa sakit dari tatapannya, menghujam hingga ke ulu hatiku. Apa yang harus aku jelaskan, akupun tak mengerti dengan semua ini. Bagaimana membuatnya tenang, sedangkan perasaanku pun meledak - ledak bagai letusan gunung ..

Tak pernah aku bayangkan , kepergian Mama akan menimbulkan luka yang begitu dalam, bukan hanya bagi aku yang mencoba untuk memahami semua ini, tapi juga untuk kedua adikku. Mama tidak pergi untuk menemui Khaliknya, beliau pergi karena laki - laki yang dinikahinya 21 tahun silam . Seorang anak Adam yang semenjak pertama ku buka mata, aku panggil Bapak . Seorang Hamba Tuhan yang tidak menyelesaikan tugasnya sebagaimana mestinya.

Bagian - bagian dari keutuhan nyawaku kini terpecah ruah, mengikuti kemana arah pelengkap keluargaku melangkah. Aku yang dipaksa untuk menjadi kuat, yang dipaksa harus memahami, yang dipaksa oleh keadaan, yang dipaksa untuk tidak mengeluhkan jalan hidupku, DEMI SIAPA ?? hanya demi mereka yang percaya padaku, bahwa aku adalah orang begitu Tuhan cintai.

Aku sama sepertimu wahai adikku , berharap agar waktu ini segera berlalu. Berharap agar segera terbangun dan kembali terjaga dengan segala hal yang telah seperti sedia kala . Tak banyak yang aku dan adik - adikku minta Tuhan, persatukan kembali raga kami seperti layaknya hati kami yang tak pernah terpisahkan .


For my little brother :) aku sayang kalian

Winarti

Kamis, 13 Oktober 2011

Us Your Childs

Aku terlahir dari sepasang manusia yang mengikat cinta dalam sebuah pernikahan . Yang berjanji akan selalu bersama saat suka maupun duka. Mereka yang diawal ikatannya selalu merasa bahagia dengan setiap janji indah yang selalu terucap.

Aku, aku buah hati hasil cinta mereka, aku seseorang yang selalu mereka tunggu dalam sebuah keluarga. Saat aku terlahir dan membuka mata indahku, mereka semua tersenyum melihatku, namun hanya aku yang menangis disaat itu.

Balutan kasih sayang lembut tercurah penuh dari mereka yang aku sebut Ayah dan Ibu. Ibu yang tak pernah lelah menyusui aku, terbangun dan terjaga di kala malam aku menangis. Ayah yang tak pernah mengeluh mencari nafkah untuk kami, yang tak pernah marah walau aku menganggunya dikala malam saat ia tertidur.

Aku bahagia menjadi bagian dari mereka, terimakasih telah mau menjadi orang tuaku .
Aku selalu mencintai kalian lebih dari selalu aku tunjukan, lebih dari apa yang kalian tau dan lebih dari apapun di dunia ini ..



Love U Mam Pap